![]() |
| Pemaparan dari Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang |
Kegiatan ini diinisiasi oleh Jajuk Rendra Kresna, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai NasDem periode 2024–2029. Acara tersebut menghadirkan pengurus inti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dari berbagai desa di Kabupaten Malang, khususnya para ketua dan sekretaris koperasi yang menjadi garda terdepan dalam menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat desa.
Diselenggarakan oleh Perkumpulan Propublic Aspirasi Nusantara, kegiatan ini tidak hanya menjadi forum sosialisasi kebijakan, tetapi juga ruang dialog yang mempertemukan unsur legislatif, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku koperasi desa. Melalui pertemuan ini diharapkan lahir pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana koperasi desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Desa
Koperasi sejak lama dikenal sebagai salah satu instrumen penting dalam pembangunan ekonomi berbasis masyarakat. Berbeda dengan model ekonomi yang berorientasi pada keuntungan semata, koperasi dibangun atas dasar prinsip kebersamaan, partisipasi anggota, serta pembagian manfaat yang adil.Dalam konteks desa, keberadaan koperasi memiliki peran yang sangat strategis. Selain menjadi lembaga ekonomi yang memfasilitasi aktivitas usaha masyarakat, koperasi juga berfungsi sebagai wadah pemberdayaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga secara kolektif.
Melalui sosialisasi ini, Bunda Jajuk menegaskan bahwa koperasi desa harus mampu beradaptasi dengan tantangan zaman. Di tengah perubahan ekonomi yang semakin cepat, koperasi tidak lagi cukup hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam atau perdagangan sederhana. Koperasi harus mampu mengelola potensi desa secara lebih profesional dan berorientasi pada pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Dengan pengelolaan yang baik, koperasi desa dapat menjadi penggerak ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Sosialisasi yang Menghadirkan Perspektif Pemerintah dan Akademisi
Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para peserta, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidang koperasi dan pengembangan ekonomi daerah.Materi pertama disampaikan oleh Tito Fibrianto Hadi Prasetya, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan penguatan koperasi di daerah.
Beliau memaparkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan koperasi, mulai dari regulasi, pembinaan manajemen, hingga akses terhadap berbagai program pemberdayaan ekonomi.
Selain itu, ia juga menyinggung maraknya informasi yang kurang tepat mengenai program koperasi yang beredar di media sosial. Oleh karena itu, forum sosialisasi seperti ini menjadi penting agar pengurus koperasi mendapatkan informasi yang valid langsung dari sumber resmi.
Sesi ini juga diwarnai dengan diskusi yang cukup intens. Para pengurus koperasi menyampaikan berbagai pertanyaan terkait persoalan yang mereka hadapi di lapangan, termasuk kendala teknis dalam pengelolaan koperasi maupun pembangunan fasilitas seperti gedung KDMP.
Diskusi tersebut menunjukkan bahwa para pengurus koperasi memiliki antusiasme tinggi untuk mengembangkan organisasi mereka, meskipun masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
![]() |
| Pengurus KDMP Se-Kec. Wajak Bersama Bunda Jajuk |
Strategi Manajerial untuk Menguatkan Koperasi Desa
Sesi kedua dilanjutkan oleh Irfan Fatoni, akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyagama Malang. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pendekatan manajerial dalam pengelolaan koperasi modern.Menurutnya, koperasi desa tidak boleh hanya dikelola secara administratif, tetapi harus menerapkan prinsip manajemen yang profesional. Hal ini meliputi perencanaan usaha yang jelas, pengelolaan keuangan yang transparan, serta strategi bisnis yang mampu menciptakan nilai tambah bagi anggota.
Salah satu poin penting yang ia tekankan adalah soal mindset pengurus koperasi. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh modal atau fasilitas yang dimiliki, tetapi juga oleh pola pikir pengurusnya.
Pengurus koperasi harus memiliki orientasi kewirausahaan, berani berinovasi, serta mampu membaca peluang ekonomi yang ada di desa. Dengan pendekatan tersebut, koperasi dapat berkembang menjadi lembaga ekonomi yang produktif dan berdaya saing.
Dalam sesi ini, Irfan Fatoni juga membagikan sejumlah insight praktis yang jarang dibahas dalam kegiatan bimbingan teknis formal. Ia mengupas berbagai strategi yang dapat dilakukan koperasi untuk tetap memperoleh keuntungan meskipun memiliki keterbatasan sumber daya.
Pendekatan yang ia sampaikan menekankan pentingnya kreativitas dan kolaborasi dalam mengembangkan usaha koperasi.
Partisipasi Luas dari Puluhan Desa di Kabupaten Malang
Salah satu hal yang menarik dari kegiatan ini adalah tingginya partisipasi pengurus koperasi dari berbagai desa di Kabupaten Malang. Puluhan perwakilan desa hadir untuk mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut.Peserta berasal dari beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Wajak, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dan Kecamatan Ampelgading. Dari Kecamatan Wajak, sejumlah desa yang turut hadir antara lain Bambang, Blayu, Bringin, Codo, Dadapan, Kidangbang, Ngembal, Patokpicis, Sukoanyar, Sukolilo, Sumberputih, Wajak, dan Wonoayu.
Sementara itu, dari Kecamatan Sumbermanjing Wetan hadir perwakilan dari Desa Argotirto, Druju, Harjokuncaran, Kedungbanteng, Klepu, Ringinkembar, Ringinsari, Sekarbanyu, Sitiarjo, Sumberagung, Sumbermanjing Wetan, Tambakasri, Tambakrejo, Tegalrejo, dan Sidoasri. Adapun dari Kecamatan Ampelgading hadir perwakilan desa Argoyuwono, Lebakharjo, Mulyoasri, Purwoharjo, Sidorenggo, Simojayan, Tamanasri, Tamansari, Tawangagung, Tirtomarto, Tirtomoyo, Wirotaman, dan Sonowangi.
Partisipasi yang luas ini menunjukkan bahwa semangat untuk mengembangkan koperasi desa cukup tinggi di berbagai wilayah Kabupaten Malang. Para pengurus koperasi memanfaatkan kesempatan ini untuk bertukar pengalaman, memperluas jaringan, serta mendapatkan wawasan baru dalam mengelola organisasi mereka.
KDMP Kidangbang Mendapatkan Insight Penting
Salah satu koperasi yang turut hadir dalam kegiatan ini adalah KDMP Desa Kidangbang. Ketua KDMP Kidangbang mengaku mendapatkan banyak insight berharga yang dapat diterapkan dalam pengelolaan koperasi ke depan.Berbagai gagasan dan strategi baru mulai terbayang, terutama terkait pengembangan program usaha yang lebih produktif dan berkelanjutan. Diskusi yang berlangsung selama kegiatan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arah pengembangan koperasi di masa mendatang.
Di akhir acara, Ketua KDMP Kidangbang juga berkesempatan bertemu secara langsung dengan Bunda Jajuk untuk berdiskusi mengenai kemungkinan kerja sama di masa depan. Dalam pertemuan tersebut, pembahasan mengarah pada potensi sinergi antara koperasi desa dan rumah aspirasi yang dikelola oleh Bunda Jajuk.
Rumah Aspirasi sebagai Ruang Kolaborasi Program
Dalam diskusi tersebut, Bunda Jajuk menyampaikan bahwa rumah aspirasi yang ia kelola terbuka untuk berbagai bentuk kerja sama program pemberdayaan masyarakat.Ia menjelaskan bahwa setiap tahunnya terdapat sekitar 48 paket kegiatan yang dapat dimanfaatkan bersama oleh masyarakat dan berbagai lembaga di tingkat desa. Program-program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari penguatan ekonomi, pelatihan kewirausahaan, hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya.
Dengan adanya peluang tersebut, koperasi desa diharapkan dapat memanfaatkan berbagai program yang tersedia untuk meningkatkan kapasitas organisasi dan memperluas manfaat bagi anggota. Pendekatan kolaboratif seperti ini dinilai sangat penting dalam mempercepat pembangunan ekonomi desa. Sinergi antara legislatif, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dapat menciptakan ekosistem pembangunan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Harapan untuk Masa Depan Koperasi Desa
Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa. Melalui pemahaman yang lebih baik mengenai manajemen koperasi dan dukungan kebijakan pemerintah, diharapkan koperasi desa dapat berkembang menjadi lembaga ekonomi yang tangguh.Dengan pengelolaan yang profesional serta kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan, Koperasi Desa Merah Putih memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi baru di pedesaan. Lebih dari sekadar lembaga ekonomi, koperasi desa juga dapat menjadi ruang solidaritas sosial yang memperkuat kebersamaan masyarakat.
Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh di berbagai desa di Kabupaten Malang. Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, koperasi desa dapat menjadi fondasi penting bagi terciptanya kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh warga.


0 Komentar