Ayam Kuntara: Inovasi Ayam Kampung Unggul Nusantara yang Produktif dan Tangguh


Di tengah meningkatnya kebutuhan protein hewani dan peluang bisnis peternakan unggas yang terus terbuka, ayam kampung unggul menjadi salah satu komoditas yang paling menjanjikan. Salah satu inovasi ayam kampung yang kini banyak dibicarakan oleh peternak adalah Ayam Kuntara. Ayam ini dikenal memiliki produktivitas telur tinggi, daya tahan penyakit yang kuat, serta fleksibilitas pemanfaatan yang luas, baik sebagai petelur, penghasil DOC, maupun pedaging.

Ayam Kuntara bukan ayam kampung biasa. Ia lahir dari pengalaman panjang dan proses breeding yang serius, dengan tujuan menghasilkan ayam kampung Nusantara yang efisien secara ekonomi, mudah dirawat, dan tetap memiliki cita rasa khas ayam kampung.

Asal-Usul Ayam Kuntara dan Filosofi Pengembangannya

Ayam Kuntara merupakan singkatan dari Ayam Unggul Nusantara. Pengembangannya diprakarsai oleh Edi Irawan, seorang breeder ayam yang telah lama berkecimpung di dunia perunggasan, khususnya dalam breeding ayam Joper. Ayam Joper sendiri merupakan hasil persilangan ayam layer dengan ayam Bangkok, yang banyak digunakan untuk pedaging.

Dalam perjalanannya, Edi Irawan mengganti indukan layer dengan ayam Kuntara, sehingga tercipta ayam kampung unggul yang tetap memiliki karakter petelur, tetapi bercita rasa kampung. Nama “Kuntara” juga diambil dari nama rekan breeder, Pak Anggoro (Kunto), yang turut berkontribusi dalam pengembangannya.

Filosofi utama pengembangan ayam Kuntara adalah kemandirian breeder. Peternak tidak lagi bergantung pada pembelian indukan terus-menerus, melainkan mampu mencetak indukan sendiri sesuai kapasitas dan kebutuhan.

Karakteristik Fisik dan Kategori Ayam Kuntara

Secara morfologi, ayam Kuntara memiliki postur yang mendekati ayam petelur. Ciri-cirinya antara lain berjengger jelas, bulu agak tebal, dan struktur tubuh yang mendukung produksi telur tinggi. Namun demikian, warna telur dan rasa dagingnya tetap masuk kategori ayam kampung, sehingga diterima dengan baik oleh pasar tradisional maupun konsumen ayam kampung.

Inilah yang menjadikan ayam Kuntara berada di posisi unik: ayam petelur kampung, bukan ayam ras murni, tetapi juga bukan ayam kampung tradisional yang produktivitasnya rendah.

Produktivitas Telur yang Sangat Tinggi

Salah satu keunggulan utama ayam Kuntara adalah produktivitas telurnya. Dalam kondisi perawatan standar, tingkat produksi telur dapat mencapai di atas 70%, dan dengan manajemen pakan serta lingkungan yang baik, dapat meningkat hingga 80%.

Dalam hitungan tahunan, seekor ayam Kuntara mampu menghasilkan sekitar 300 butir telur per tahun. Angka ini sangat tinggi untuk ukuran ayam kampung, sehingga menjadikannya sangat potensial untuk usaha penetasan dan produksi DOC.

Produktivitas telur yang stabil juga membuat arus pendapatan peternak lebih kontinyu, terutama bagi mereka yang fokus pada penjualan DOC atau telur konsumsi.

Daya Tahan Penyakit yang Lebih Unggul

Keunggulan lain yang sangat menonjol dari ayam Kuntara adalah ketahanan terhadap penyakit. Ayam ini dikenal tidak mudah tertular penyakit menular seperti senot atau gangguan pernapasan ringan. Bahkan jika ada individu yang sakit, penularannya sangat minim.

Hal ini berdampak langsung pada efisiensi biaya produksi. Pengeluaran untuk obat-obatan, vitamin, dan desinfektan kandang menjadi jauh lebih ringan dibandingkan ayam ras atau ayam kampung biasa. Tingkat kekhawatiran peternak terhadap wabah penyakit pun jauh berkurang.

Fleksibilitas Pasar dan Segmentasi Usaha

Ayam Kuntara memiliki pangsa pasar yang sangat luas. Peternak dapat menyesuaikan tujuan usahanya sesuai kebutuhan dan kondisi pasar. Ayam ini dapat dimanfaatkan untuk beberapa segmen sekaligus.

Sebagai petelur, ayam Kuntara menghasilkan telur konsumsi bercita rasa kampung. Sebagai indukan, ayam ini sangat ideal untuk produksi DOC karena tingkat tetasnya tinggi. Selain itu, ayam Kuntara juga dapat dikembangkan sebagai pedaging, baik dalam bentuk ayam Kuntara murni maupun hasil persilangan.

Fleksibilitas inilah yang membuat ayam Kuntara sangat adaptif terhadap perubahan permintaan pasar.

Keunggulan dalam Proses Penetasan

Dari sisi penetasan, telur ayam Kuntara memiliki tingkat daya tetas yang lebih tinggi dibandingkan ayam ras tertentu. Cangkang telur yang relatif lebih tipis membuat proses penetasan lebih mudah, bahkan dengan mesin tetas sederhana.

Hal ini sangat menguntungkan peternak skala kecil dan menengah yang belum memiliki mesin tetas berteknologi tinggi. Dengan manajemen yang tepat, penetasan telur ayam Kuntara dapat dilakukan secara efisien dan konsisten.

Strategi Breeding: Murni atau Final Pedaging

Dalam pengembangannya, ayam Kuntara dapat dibreeding dengan beberapa pendekatan. Jika induk jantan dan betina sama-sama Kuntara, maka hasilnya adalah ayam Kuntara murni yang tetap unggul sebagai petelur.

Namun, jika tujuan usaha adalah pedaging final, maka betina Kuntara dapat dikawinkan dengan pejantan tipe pedaging, seperti ayam Bangkok. Hasil persilangan ini akan menghasilkan ayam pedaging dengan pertumbuhan cepat, siap panen sekitar dua bulan.

Perlu dicatat bahwa ayam hasil persilangan pedaging ini bersifat final. Produktivitas telurnya menurun dan tidak direkomendasikan untuk dijadikan indukan jangka panjang.

Masa Brooding yang Lebih Pendek

Ayam Kuntara memiliki masa brooding yang relatif singkat. Jika ayam lain membutuhkan pemanas hingga 3–4 minggu, ayam Kuntara cukup membutuhkan pemanas selama 10–15 hari. Setelah itu, DOC sudah cukup kuat dan hanya memerlukan kehangatan ruang.

Bahkan dalam kondisi tertentu, ayam Kuntara dapat langsung diumbar setelah dua minggu karena daya tahannya terhadap dingin cukup baik. Hal ini tentu menghemat biaya listrik, gas pemanas, dan tenaga kerja.

Fleksibilitas Sistem Kandang

Dalam hal kandang, ayam Kuntara sangat fleksibel. Ayam ini dapat dipelihara di kandang koloni, kandang besar, kandang panggung, maupun sistem kandang bawah. Peternak bebas menyesuaikan dengan kenyamanan, luas lahan, dan sistem manajemen yang dimiliki.

Fleksibilitas ini memudahkan integrasi ayam Kuntara ke berbagai skala usaha, mulai dari rumahan hingga semi-komersial.

Pola Pakan dari DOC hingga Afkir

Pola pakan ayam Kuntara pada dasarnya mengikuti pola ayam layer petelur merah. Sejak DOC hingga bertelur, pakan yang digunakan adalah pakan layer.

Pada fase DOC hingga remaja, pakan diberikan secara ad libitum tanpa takaran ketat. Setelah ayam mulai bertelur, barulah pakan ditakar untuk menjaga keseimbangan nutrisi dan efisiensi biaya.

Campuran pakan grower dan layer juga dapat disesuaikan dengan komposisi konsentrat, jagung, dan katul, mengikuti standar ayam petelur.

Program Vaksinasi yang Sederhana

Program vaksinasi ayam Kuntara tergolong sederhana. Vaksin utama yang digunakan antara lain ND IB, ND Lasota, dan AI. Vaksin Gumboro tidak selalu diperlukan karena ayam Kuntara memiliki daya tahan yang baik.

Pemberian vaksin dilakukan secara bertahap hingga usia tiga bulan, kemudian disisipkan vaksin AI sesuai kebutuhan. Secara umum, satu kali vaksin ND IB seumur hidup sudah dianggap cukup, meskipun dapat diulang jika peternak merasa perlu.

Efisiensi Vitamin dan Antibiotik

Dalam pemberian vitamin dan antibiotik, ayam Kuntara justru lebih sensitif terhadap dosis berlebih. Oleh karena itu, dosis yang diberikan biasanya setengah dari anjuran pada kemasan.

Jika dosis terlalu tinggi, ayam dapat mengalami peningkatan panas tubuh. Dengan pendekatan yang lebih hemat dan tepat, kesehatan ayam tetap terjaga tanpa pemborosan biaya.

Harga, DOC, dan Jangkauan Distribusi

Harga DOC ayam Kuntara berada di kisaran Rp15.000 per ekor, dengan minimal pengiriman 50 ekor. Telur dijual sekitar Rp10.000 per butir, dengan minimal pengiriman 48 butir. Ongkos kirim ditanggung pembeli.

Namun, bagi pembeli yang datang langsung ke lokasi, pembelian dalam jumlah kecil tetap dilayani. Ayam Kuntara juga dapat dikirim ke seluruh Indonesia selama tersedia akses kargo.

Ayam Kampung Modern dengan Potensi Besar

Ayam Kuntara merupakan jawaban atas kebutuhan ayam kampung yang produktif, tahan penyakit, dan ekonomis. Dengan produktivitas telur tinggi, perawatan relatif mudah, serta fleksibilitas pemanfaatan, ayam ini sangat layak dijadikan pilihan utama dalam usaha peternakan ayam kampung modern.

Bagi peternak yang ingin mandiri, efisien, dan berorientasi jangka panjang, ayam Kuntara bukan sekadar ternak, melainkan aset usaha yang berkelanjutan. Bisnis agribisnis memang tidak pernah mati, dan ayam Kuntara adalah salah satu buktinya.

0 Komentar