Ada Pohon Tabebuya di Kidangbang? Cek Keunikan dan Manfaatnya

Pohon Tabebuya - img : ciriciripohon.com

Sobat ikidangbang, pernahkah anda sekalian menyadari ketika berjalan atau berkendara melewati beberapa jalanan di desa Kidangbang. Ada satu jenis pohon berbunga yang sengaja di tanam di pinggir jalan dan ketika tiba musim berbunga sungguh luar biasa sekali mahkota bunga tersebut. Yup, itulah bunga Tabebuya.

 

Handroanthus chrysotrichus adalah sejenis pohon tropis yang berasal dari Amerika Selatan, terutama ditemukan di wilayah Amazon di Brasil, Bolivia, Peru, dan Venezuela. Pohon ini sering dikenal sebagai pohon Tabebuia atau Golden Trumpet Tree karena bunga-bunganya yang besar, kuning, dan menyerupai terompet.


Morfologi dari pohon Handroanthus chrysotrichus adalah sebagai berikut:

  • Tinggi pohon dapat mencapai antara 10 hingga 25 meter, dan memiliki diameter batang sekitar 50 cm.
  • Daunnya hijau dan bersifat rontok pada musim kemarau.
  • Bunganya berbentuk terompet dengan diameter sekitar 10 hingga 15 cm, dan dapat ditemukan secara berkelompok di ujung ranting. Bunga ini terkenal dengan warna kuning cerah yang mencolok.


Pohon Handroanthus chrysotrichus mulai mekar pada musim panas, yaitu sekitar bulan April hingga September. Pohon ini biasanya akan mekar secara bersamaan, menghasilkan pemandangan yang sangat indah dan menakjubkan di alam liar. Setelah berbunga, pohon ini akan menghasilkan buah yang berisi biji yang biasanya tumbuh di musim panas.

Pohon Tabebuya di Sebelah Barat Kantor Desa Kidangbang

Bunga Tabebuya

Handroanthus chrysotrichus sering disebut sebagai Tabebuia aurea atau Golden Trumpet Tree, yang juga dikenal dengan sebutan Tabebuia atau Pohon Terompet Emas. Sebelumnya, pohon ini termasuk dalam genus Tabebuia, tetapi kemudian diklasifikasikan ulang ke dalam genus Handroanthus berdasarkan analisis filogenetik molekuler. Meskipun demikian, nama "Tabebuia" masih sering digunakan untuk mengacu pada kelompok pohon terompet tropis yang memiliki bunga-bunga yang indah dan menarik.


Nama "tabebuya" pertama kali digunakan oleh Augustin Pyramus de Candolle sebagai nama genus pada tahun 1838. Selanjutnya, istilah "tabebuya" digunakan kembali oleh Britton, yang sebelumnya juga digunakan pada tahun 1876 oleh Bentham dan Hooker.


Kata "tabebuya" sebenarnya adalah singkatan dari "tacyba bebuya", yang berasal dari bahasa Portugis-Brazil. Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, maka "tacyba bebuya" berarti "semut kayu".

Pohon Tabebuya Depan Toko Bangunan Al Huda Kidangbang

Manfaat Bunga Tabebuya

Bunga Handroanthus chrysotrichus adalah salah satu bunga yang sangat menarik dan terkenal di Amerika Selatan. Selain keindahan dan warna yang mencolok, bunga ini juga mempunyai nilai ekonomi dan digunakan untuk pengobatan tradisional oleh suku-suku asli di Amerika Selatan. Tanaman Handroanthus chrysotrichus memiliki beberapa manfaat yang penting, antara lain:

  1. Penghijauan: Handroanthus chrysotrichus digunakan sebagai tanaman hias karena memiliki bunga yang indah dan daun yang lebat, sehingga dapat memberikan keindahan dan keasrian pada lingkungan sekitarnya. Selain itu, pohon ini juga berperan dalam penghijauan dan perlindungan lingkungan hidup.
  2. Kayu: Kayu Handroanthus chrysotrichus digunakan dalam pembuatan furnitur, lantai, panel dinding, dan bahan bangunan lainnya. Kayu ini dikenal kuat dan tahan lama, sehingga dapat digunakan untuk konstruksi bangunan yang kokoh.
  3. Obat tradisional: Beberapa bagian dari Handroanthus chrysotrichus digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Misalnya, kulit pohonnya digunakan sebagai obat antiinflamasi dan antitumor, sedangkan getah kayunya digunakan sebagai obat penurun panas dan analgesik.
  4. Bahan pewarna: Bunga Handroanthus chrysotrichus mengandung senyawa yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami. Pewarna alami dari bunga ini biasanya digunakan dalam industri tekstil dan kosmetik.
  5. Sumber makanan: Bunga Handroanthus chrysotrichus juga dapat dimakan dan digunakan dalam masakan tradisional di beberapa negara di Amerika Latin. Bunga ini biasanya digoreng dan dimakan bersama dengan nasi atau digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan minuman tradisional.


Secara keseluruhan, Handroanthus chrysotrichus memiliki manfaat yang sangat penting bagi manusia dan lingkungan hidup, baik sebagai tanaman hias, sumber kayu, obat tradisional, bahan pewarna, dan sumber makanan.

Pohon Tabebuya Dekat Masjid Sabilul Huda - Kidangbang

Warna Bunga Tabebuya

Bunga Handroanthus chrysotrichus biasanya berwarna kuning cerah dan sangat menarik. Namun, dalam beberapa kasus, bunga juga dapat memiliki warna kuning-oranye atau kuning-emas. Perlu diketahui bahwa variasi warna pada bunga ini tidak sebanyak pada spesies lain dari genus Handroanthus yang memiliki variasi warna yang lebih luas.


Terdapat sekitar 100 spesies pohon tabebuya yang dikenal, namun beberapa di antaranya lebih populer dibandingkan yang lainnya. Beberapa spesies pohon tabebuya yang umum dikenal di antaranya adalah Tabebuia rosea, Tabebuia chrysantha, Tabebuia caraiba, Tabebuia heptaphylla, Tabebuia impetiginosa, Tabebuia aurea, dan Tabebuia avellanedae. Setiap spesies memiliki ciri khasnya masing-masing, termasuk bentuk dan warna bunga, tinggi pohon, serta persebaran geografisnya.

Pohon Tabebuya di Timur Kantor Desa Kidangbang



0 Komentar