Burung Cucak Ijo dan Apel Manalagi, Sang Maskot Kabupaten Malang?


Kabupaten Malang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Sejarah Kabupaten Malang dapat ditelusuri dari masa sebelum era kolonial Belanda hingga saat ini. Pada masa Kerajaan Mataram Kuno, wilayah Kabupaten Malang dikenal sebagai wilayah yang subur dan strategis karena letaknya yang dekat dengan pusat pemerintahan kerajaan di kawasan Trowulan, Mojokerto. Wilayah Kabupaten Malang pada saat itu merupakan pusat pertanian dan perdagangan penting di Jawa Timur.


Pada masa penjajahan Belanda, Kabupaten Malang menjadi bagian dari wilayah Hindia Belanda. Pada tahun 1811, Kabupaten Malang menjadi pusat pemerintahan di wilayah Jawa Timur dan dibagi menjadi beberapa wilayah kecamatan. Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, Kabupaten Malang tetap menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur dan mengalami perkembangan yang signifikan di berbagai sektor.


Pada abad ke-19, Kabupaten Malang diperintah oleh seorang Bupati bernama Raden Tumenggung Notodiningrat I. Ia diangkat oleh pemerintah Hindia Belanda berdasarkan resolusi Gubernur Jenderal No. 8 Staatblad 1819 Nomor 16 pada tanggal 9 Mei 1820.


Hari Jadi Kabupaten Malang ditetapkan pada tanggal 28 November. Penetapan ini didasarkan pada Prasasti Dinoyo yang menyebutkan bahwa peresmian tempat suci dilakukan pada Jumat Legi tanggal 1 Margasirsa 682 Saka. Jika dihitung berdasarkan kalender kabisat, tanggal tersebut jatuh pada tanggal 28 November 760.


Pada tahun 1999, Kabupaten Malang dimekarkan menjadi dua kabupaten yaitu Kabupaten Malang dan Kabupaten Malang Selatan. Kabupaten Malang Selatan kemudian berubah nama menjadi Kabupaten Lumajang pada tahun 2001. Sejak itu, Kabupaten Malang terus mengalami perkembangan dan pembangunan di berbagai sektor, termasuk pariwisata, pertanian, dan industri.


Kabupaten Malang saat ini dikenal sebagai salah satu kabupaten yang memiliki keanekaragaman budaya dan pariwisata yang menarik, seperti wisata pantai, wisata gunung, dan wisata sejarah. Kabupaten Malang juga terkenal dengan produk-produk olahan pertanian seperti apel, stroberi, dan teh.


Maskot Kabupaten Malang

Kabupaten Malang memiliki dua maskot yaitu Burung Cucak Ijo dan Apel Malang. Burung Cucak Ijo dianggap sebagai identitas fauna Kabupaten Malang, seperti yang dijelaskan dalam Surat Bupati Kepala Daerah Tingkat II Malang tanggal 8 Februari 1996 nomor 522.4/429.024/1995 tentang Pelestarian Flora dan Fauna.


Selanjutnya, dalam Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Malang nomor 180/170/SK/429.013/1997 tanggal 26 April 1997, Apel Manalagi ditetapkan sebagai maskot flora dan Burung Cucak Ijo sebagai maskot fauna.


Burung Cucak Ijo

Burung Cucak Ijo adalah jenis burung yang sangat populer di Indonesia, terutama di kalangan pecinta burung kicau. Burung Cucak Ijo asli Kabupaten Malang memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan burung Cucak Ijo dari daerah lain. Beberapa ciri khas burung Cucak Ijo asli Kabupaten Malang antara lain:

  1. Warna bulu: Burung Cucak Ijo asli Kabupaten Malang memiliki warna bulu yang lebih terang dan cerah dibandingkan dengan Cucak Ijo dari daerah lain.
  2. Ukuran: Burung Cucak Ijo asli Kabupaten Malang memiliki ukuran yang lebih besar dan berat dibandingkan dengan burung Cucak Ijo dari daerah lain.
  3. Suara: Suara burung Cucak Ijo asli Kabupaten Malang memiliki karakter suara yang lebih panjang dan keras, dengan variasi yang lebih kompleks dibandingkan dengan Cucak Ijo dari daerah lain.
  4. Pola makan: Burung Cucak Ijo asli Kabupaten Malang memiliki pola makan yang berbeda dari Cucak Ijo dari daerah lain. Burung ini lebih suka makan buah-buahan dan serangga kecil daripada biji-bijian.

Img - burungnya.com

Burung Cucak Ijo asli Kabupaten Malang sangat populer di kalangan pecinta burung kicau karena keindahan suaranya yang merdu dan variasi yang kompleks. Selain itu, burung ini juga memiliki penampilan yang cantik dan menarik dengan warna bulu yang cerah dan ukuran tubuh yang besar. Oleh karena itu, burung Cucak Ijo asli Kabupaten Malang banyak diburu dan dipelihara sebagai hobi atau untuk diikutkan dalam kompetisi burung kicau. Namun, perlu diingat bahwa pemeliharaan burung Cucak Ijo harus dilakukan dengan memperhatikan aspek kesehatan, kenyamanan, dan kesejahteraan burung tersebut.


Burung Cucak Ijo (Chloropsis sonnerati) adalah burung yang terdapat di beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam. Di Indonesia, burung Cucak Ijo memiliki persebaran yang cukup luas, terutama di Pulau Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, dan Timor.


Namun, tidak semua daerah di Indonesia memiliki populasi burung Cucak Ijo. Burung Cucak Ijo memiliki beberapa subspesies, dan beberapa di antaranya hanya terdapat di daerah tertentu. Beberapa daerah di Indonesia yang dianggap sebagai daerah endemik burung Cucak Ijo adalah:

  1. Cucak Ijo Jawa (Chloropsis sonnerati sonnerati): Endemik di Pulau Jawa dan Bali.
  2. Cucak Ijo Sumbawa (Chloropsis sonnerati fuscipennis): Endemik di Pulau Sumbawa.
  3. Cucak Ijo Timor (Chloropsis sonnerati citrinovirens): Endemik di Pulau Timor.
  4. Cucak Ijo Flores (Chloropsis sonnerati viridinucha): Endemik di Pulau Flores.


Perlu diingat bahwa beberapa subspesies burung Cucak Ijo ini terancam keberadaannya akibat hilangnya habitat alami dan perdagangan liar. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya konservasi untuk menjaga keberlangsungan populasi burung Cucak Ijo di Indonesia.


Apel Manalagi (Malus Sylvestris)

Apel Manalagi (Malus sylvestris) adalah salah satu varietas apel yang banyak dibudidayakan di Indonesia, khususnya di kawasan Malang, Jawa Timur. Buah ini memiliki kulit yang merah keunguan dengan daging buah yang berwarna putih. Selain itu, Apel Manalagi juga memiliki rasa yang manis dan renyah, sehingga sangat disukai oleh banyak orang.


Apel Manalagi merupakan salah satu jenis apel yang cukup populer di Indonesia, terutama sebagai buah konsumsi dan bahan olahan makanan seperti jus, selai, keripik, dan pie. Apel Manalagi juga memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan, seperti vitamin C, serat, dan antioksidan.


Budidaya Apel Manalagi di Indonesia biasanya dilakukan di dataran tinggi dengan suhu yang sejuk, seperti di kawasan Malang dan Batu, Jawa Timur. Pohon Apel Manalagi dapat tumbuh hingga ketinggian 5-7 meter dan membutuhkan perawatan yang cukup intensif, seperti pemangkasan dan pengendalian hama penyakit.

Img - Botany Land

Dalam industri pertanian di Indonesia, Apel Manalagi merupakan salah satu komoditas buah yang cukup berpotensi dan banyak diminati oleh pasar domestik maupun internasional.

Di Malang Raya, Apel Manalagi cukup populer dan sering dijadikan sebagai oleh-oleh khas daerah tersebut. Beberapa tempat yang sering dijadikan lokasi wisata kuliner di Malang, seperti pasar tradisional dan toko oleh-oleh, biasanya juga menjual Apel Manalagi.


Beberapa petani di kawasan Kabupaten Malang, seperti di daerah Tumpang dan Poncokusumo, juga menanam Apel Manalagi. Apel Manalagi yang dihasilkan oleh petani di daerah tersebut kemudian dijual ke pasar-pasar tradisional di Malang atau diproses menjadi berbagai jenis makanan dan minuman olahan.


Sebagai buah lokal yang cukup terkenal di Malang, Apel Manalagi sering dijadikan sebagai bahan utama dalam berbagai hidangan lokal. Misalnya, jus Apel Manalagi, keripik Apel Manalagi, hingga salad buah yang menggunakan Apel Manalagi sebagai salah satu bahan utamanya.


Apel Manalagi memiliki kandungan gizi yang cukup baik untuk kesehatan tubuh. Berikut adalah beberapa kandungan gizi yang terdapat dalam 100 gram Apel Manalagi:

  • Kalori: sekitar 52 kalori
  • Karbohidrat: sekitar 14 gram
  • Serat: sekitar 2,4 gram
  • Protein: sekitar 0,3 gram
  • Lemak: sekitar 0,2 gram
  • Vitamin C: sekitar 7,3 mg
  • Vitamin A: sekitar 3 IU
  • Kalsium: sekitar 6 mg
  • Zat besi: sekitar 0,1 mg


Dalam satu buah Apel Manalagi berukuran sedang (sekitar 182 gram), terdapat sekitar 95 kalori dan 4,4 gram serat. Kandungan serat dalam Apel Manalagi dapat membantu melancarkan sistem pencernaan dan mengurangi risiko terkena penyakit jantung, diabetes, serta kanker. Vitamin C pada Apel Manalagi juga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan kulit.


0 Komentar